Assalamu'alaikum WrWb
Film King Suleiman yang diputar di ANTV ini menuai protes lantaran mendiskreditkan Daulah Islam dan menampilkan Sultan Sulaiman Al Qonuni sebagai sosok yang angkuh, suka berganti-ganti pasangan dan bobrok moral. Sangat bertolak belakang dari fakta sejarah.
Seperti apa profil Sultan Sulaiman Al Qanuni yang sebenarnya? mari bersama kita kenali sejarah beliau yang sesungguhnya.
BIOGRAFI SINGKAT
Beliau adalah Sulaiman Al Qanuni bin Sulaim I bin Bayazid II, lahir di kota Trabzun-Turki pada tahun 900 Hijriyah (1495 Masehi). Di barat terkenal dengan nama Sulaiman Al-Azhim (Sulaiman The Magnificent). Beliau merupakan salah seorang dari sultan Daulah Utsmaniyah yang terkenal, memerintah selama 48 tahun semenjak tahun 926 H. Dengan demikian, beliau adalah sultan dari dinasti Utsmaniyah yang memegang tampuh kekuasaan terlama di bandingkan sultan-sultan lainnya.
Sultan Sulaiman Al-Qonuni menghabiskan 46 tahun masa-masa pemerintahannya di pucak kejayaan Daulah Utsmaniyah, dan juga ketika masa pemerintahannya ini Daulah Utsmaniyah telah berhasil mencapai puncak kekuatan dan kejayaannya, pengaruh Daulah Utsmaniyah telah sampai menguasai tiga benua yaitu Asia, Eropa dan Afrika, beliau menjadi pusat perhatian dan kecintaan para pemimpin-pemimpin negara di dunia. Pada masa pemerintahan beliau undang-undang berkembang pesat dan mengatur kehidupan pemerintahan secara serius, cermat dan teratur, tanpa menentang syariat Islam yang sangat dijaga dan dihormati oleh keturunan keluarga Utsmani di sepanjang kekuasaan pemerintahannya. Pada masa Sultan Sulaiman, kesenian dan sastra tumbuh dengan subur. Gedung-gedung dan pembangunan berkembang dengan pesatnya
MENJADI SULTAN DAN TANTANGAN AWAL PEMERINTAHAN
Sulaiman Al Qanuni diangkat menjadi Sultan Daulah Utsmaniyah pada usia 26 tahun. Ia menjadi khalifah kesepuluh dalam Khilafah Ustmaniyah setelah Utsman, Orkhan, Murad I, Bayazid I, Muhammad I, Murad II, Muhammad Al Fatih, Bayazid II, dan Salim I. Meski masih muda, Sulaiman dikenal bijak dan tegas dalam mengambil keputusan. Keputusan yang telah diambilnya, pantang ditarik kembali.
Di masa awal pemerintahannya, Daulah Utsmaniyah diuji dengan empat pemberontakan sekaligus. Gubernur-gubernur yang ambisius mengira Sulaiman adalah pemimpin yang lemah. Mereka mengira saat itu adalah saat yang tepat untuk melepaskan diri dari Kekhilafahan Turki Utsmani. Tapi mereka keliru.
Pemberontakan pertama dilakukan Gubernur Syam Jan Bardi Al Ghazali. Ia menyatakan membangkang pada pemerintah Sultan dan berusaha menguasai Aleppo. Sulaiman Al Qanuni segera memerintahkan pasukan untuk membungkam gerakan separatis tersebut. Jan Bardi dapat ditumpas.
Pemberontakan kedua dilakukan oleh Gubernur Mesir Ahmad Syah pada tahun 1524 M. Tamak kekuasaan membuatnya berambisi memegang tampuk kekuasaan. Ia yang dulunya minta bantuan Sulaiman untuk dijadikan Gubernur Mesir malah berkhianat dengan menghimpun dukungan warga Mesir dan menyatakan diri sebagai penguasa independen. Namun pengkhianatannya tak bertahan lama. Sultan berhasil menghanguskannya.
Pemberontakan ketiga datang dari kaum Syiah di bawah pimpinan Baba Dzunnun pada tahun 1526 M. Baba mengumpulkan sekitar empat ribu pemberontak dan mewajibkan pajak di wilayah Yugazhad. Semakin lama posisi Baba semakin kuat, jumlah pasukannya pun meningkat. Pemberontakan itu berakhir dengan terbunuhnya Baba, setelah jatuh korban beberapa komandan Daulah Ustmaniyah.
Pemberontakan terbesar juga datang dari kaum syiah Rafidhah di wilayah Qawniyah dan Mar’asy yang dipimpin oleh Qalandar Jalabi. Ini merupakan pemberontakan terkuat karena pengikutnya mencapai 30.000 orang Syiah. Bahram Pasya yang diutus Sultan untuk mengakhiri pemberontakan ini dibunuh mereka. Pemberontakan baru bisa digulung ketika Sultan mengutus Ibrahim Pasya yang memiliki kemampuan persuasif yang luar biasa. Ia berhasil membujuk orang-orang Qalandar berbalik arah. Akhirnya Qalandar Jalabi terbunuh dan pemberontakan pun lumpuh.
MASA EKSPANSI
Ditumpasnya empat pemberontakan tersebut menandai masa stabil Daulah Utsmaniyah. Selanjutnya, Sultan Sulaiman Al Qanuni pun melakukan langkah ekspansi untuk memperluas dakwah.
Rhodesia saat itu merupakan wilayah sengketa yang dikuasai pasukan Kardinal Johannes. Mereka menghalangi jamaah haji dari arah Turki juga melakukan kejahatan di jalur transportasi laut. Sultan Sulaiman Al Qanuni pun mengambil langkah jihad membebaskan Rhodesia. Peperangan hebat terjadi, dan Rhodesia berhasil ditaklukkan ke wilayah Turki Utsmani pada pertengahan tahun 1522 M.
Hampir bersamaan dengan itu, Sultan Sulaiman Al Qanuni juga mengirim pasukan dalam jumlah besar ke Hungaria. Pasalnya, Raja Philadislave II berupaya merusak seluruh perjanjian dengan Daulah Utsmaniyah dan membunuh utusan Sultan. Hungaria pun dapat ditaklukkan pada tahun 1526 M.
Wilayah Daulah Utsmaniyah terus meluas pada masa Sulaiman Al Qanuni. Selain itu, Al Qanuni juga berhasil membangun aliansi dengan Perancis yang dinilai pakar sejarah sebagai salah satu kebijakan politik luar negeri yang monumental.
UNDANG-UNDANG BERBASIS SYARIAT
Selain menebarkan dakwah ke wilayah yang lebih luas, jasa terbesar Sultan Sulaiman adalah menyusun Undang-Undang modern berbasis nilai-nilai Syariat dan mengimplementasikan Undang-Undang itu secara teratur, Undang-Undang ini bernama Multaqa Al-Abhur. Inilah yang membuatnya mendapat gelar Al Qanuni. Undang-undang inilah yang nantinya menjadi inspirasi bagi sultan-sultan di Nusantara yang telah setia untuk tunduk dibawah pemerintahan Daulah Utsmaniyah untuk membuat undang-undang modern berbasis syariat di kerajaannya seperti sebagai contohnya adalah kesultanan Aceh Darussalam di bawah Sultan Iskandar Muda membuat Qonunme quta alam untuk memberlakukan hukum islam, kesultanan Banjar di kalimantan membuat kodifikasi hukum islam yang dikenal dengan sebutan undang-undang sultan Adam, Sultan Abdul Kahir dari kesultanan Bima membentuk lembaga peradilan hukum syara yang dipimpin oleh seorang qadhi atau hakim, Sultan Agung dari kesultanan Matarampun sangat serius menegakkan hukum islam yang dikenal sejarah dengan sebutan Pengadilan diserambi Masjid Agung. Subhanallah.... pengaruh beliau bahkan sampai ke Nusantara dan sempat mengirimkan ekspedisi jihadnya ke Aceh untuk menyelamatkan Aceh dari penjajahan portugis dengan mengirim panglimanya yang bernama Qurtglu hitzhireis.
Melihat komitmennya pada dakwah dan syariat ini, sungguh penggambaran film King Suleiman terhadap dirinya sangatlah jauh. Tak heran jika umat Islam curiga bahwa film yang menggambarkan Sultan sebagai sosok yang angkuh, suka berganti-ganti pasangan dan dikelilingi wanita tak berjilbab, bahkan cenderung zalim merupakan film yang sengaja dilahirkan dalam rangka merusak citra daulah Islam.
Oleh karena itu, dengan adanya tulisan ini saya mengajak kepada seluruh kaum muslimin dan muslimat untuk bukan hanya tidak menonton acara King Sulaiman tetapi mari kita boikot acara ini agar tidak ada lagi generasi-generasi penerus islam masa kini yang rusak akhlaq dan fikirannya karena mendapatkan sejarah yang salah.

.png)


https://kokonatsutrrrrrrrrrrrrr.blogspot.com/2017/12/5-penyebab-bayi-sering-muntah-setelah.html
ReplyDeletehttps://kokonatsutrrrrrrrrrrrrr.blogspot.com/2017/12/kisah-pilu-di-balik-anak-5-tahun-yang.html
https://kokonatsutrrrrrrrrrrrrr.blogspot.com/2017/12/ilmuan-nasa-erupsi-gunung-agung-bisa.html
Tunggu Apa Lagi Guyss..
Let's Join With Us At vip99domino.com ^^
Untuk info lebih jelas silahkan hubungi CS kami :
- BBM : D8809B07 / 2B8EC0D2
- Skype : Vip_Domino
- WHATSAPP : +62813-2938-6562
- LINE : DOMINO1945.COM
- No Hp : +855-8173-4523