Thursday, December 4, 2014

Kenali, Siapakah Syiah Itu?!

1. Syiah di INDONESIA
    Masih ingatkah kita dengan kejadian tragis di daerah Sampang Madura pada tanggal 27 Agustus 2012 antara Syiah dengan Sunni Indonesia? Setelah kejadian itu, sekitar 350 Syiah, termasuk 48 anak-anak, berlindung di gedung olahraga kota di Sampang, di mana mereka menetap selama hampir satu tahun. Ini adalah pertempuran pertama yang terjadi antara syiah dan sunni indonesia dan masuk kedalam pemberitaan di segala media baik itu media cetak maupun elektronik. Sebelum saya membahas mengenai pemikiran saya mengenai rencana atau makar syiah kepada umat islam di Indonesia, saya akan terlebih dahulu menjelaskan siapakah sebenarnya syiah itu dan mengapa mereka harus di jauhi.

Sejarah Syiah
Secara fisik, sulit dibedakan antara penganut Islam dengan Syi’ah. Akan tetapi jika diteliti lebih dalam terutama dari sisi akidah, perbedaan di antara keduanya ibarat minyak dan air. Sehingga tidak mungkin disatukan..
Syiah menurut etimologi bahasa arab bermakna pembela dan pengikut seseorang, selain itu juga bermakna setiap kaum yang berkumpul diatas suatu perkara. (Tahdzibul Lughah, 3/61 karya Azhari dan Taajul Arus, 5/405, karya Az-Zabidi)
Adapun menurut terminologi syariat, syiah bermakna mereka yang menyatakan bahwa Ali bin Abu Thalib lebih utama dari seluruh sahabat dan lebih berhak untuk menjadi khalifah kaum muslimin, begitu pula sepeninggal beliau (Al-Fishal Fil Milali Wal Ahwa Wan Nihal karya Ibnu Hazm)
Syiah mulai muncul setelah pembunuhan khalifah Utsman bin ‘Affan. Pada masa kekhalifahan Abu Bakar, Umar, masa-masa awal kekhalifahan Utsman yaitu pada masa tahun-tahun awal jabatannya, Umat islam bersatu, tidak ada perselisihan. Kemudian pada akhir kekhalifahan Utsman terjadilah berbagai peristiwa yang mengakibatkan timbulnya perpecahana, muncullah kelompok pembuat fitnah dan kezhaliman, mereka membunuh Utsman, sehingga setelah itu umat islam pun berpecah-belah.
Pada masa kekhalifahan Ali juga muncul golongan syiah akan tetapi mereka menyembunyikan pemahaman mereka, mereka tidak menampakkannya kepada Ali dan para pengikutnya.
Saat itu mereka terbagi menjadi tiga golongan.

  1. Golongan yang menganggap Ali sebagai Tuhan. Ketika mengetahui sekte ini Ali membakar mereka dan membuat parit-parit di depan pintu masjid Bani Kandah untuk membakar mereka. Imam Bukhari meriwayatkan dalam kitab shahihnya, dari Ibnu Abbas ia mengatakan, “Suatu ketika Ali memerangi dan membakar orang-orang zindiq (Syiah yang menuhankan Ali). Andaikan aku yang melakukannya aku tidak akan membakar mereka karena Nabi pernah melarang penyiksaan sebagaimana siksaan Allah (dibakar), akan tetapi aku pasti akan memenggal batang leher mereka, karena Nabi bersabda:
  1. من بدل دينه فاقتلوه
  1. Barangsiapa yang mengganti agamanya (murtad) maka bunuhlah ia
  1. Golongan Sabbah (pencela). Ali mendengar tentang Abu Sauda (Abdullah bin Saba’) bahwa ia pernah mencela Abu Bakar dan Umar, maka Ali mencarinya. Ada yang mengatakan bahwa Ali mencarinya untuk membunuhnya, akan tetapi ia melarikan diri
  1. Golongan Mufadhdhilah, yaitu mereka yang mengutamakan Ali atas Abu Bakar dan Umar. Padahal telah diriwayatkan secara mutawatir dari Nabi Muhammad bahwa beliau bersabda,
Riwayat semacam ini dibawakan oleh imam Bukhari dalam kitab shahihnya, dari Muhammad bin Hanafiyyah bahwa ia bertanya kepada ayahnya, siapakah manusa terbaik setelah Rasulullah, ia menjawab Abu Bakar, kemudian siapa? dijawabnya, Umar.
  1. خير هذه الأمة بعد نبيها أبو بكر ثم عمر
    Sebaik-baik umat ini setelah nabinya adalah Abu Bakar dan Umar”.
Dalam sejarah syiah mereka terpecah menjadi lima sekte yang utama yaitu Kaisaniyyah, Imamiyyah (rafidhah), Zaidiyyah, Ghulat dan Ismailliyah. Dari kelima sekte tersebut lahir sekian banyak cabang-cabang sekte lainnya.
Dari lima sekte tersebut yang paling penting untuk diangkat adalah sekte imamiyyah atau rafidhah yang sejak dahulu hingga saat ini senantiasa berjuang keras untuk menghancurkan islam dan kaum muslimin, dengan berbagai cara kelompok ini terus berusaha menyebarkan berbagai macam kesesatannya, terlebih setelah berdirinya negara syiah, Iran yang menggulingkan rezim Syah Reza Pahlevi.
Rafidhah menurut bahasa arab bermakna meninggalkan, sedangkah dalam terminologi syariat bermakna mereka yang menolak kepemimpinan abu bakar dan umar, berlepas diri dari keduanya, mencela lagi menghina para sahabat nabi.
Abdullah bin Ahmad bin Hanbal berkata, “Aku telah bertanya kepada ayahku, siapa Rafidhah itu?” Maka beliau menjawab, “Mereka adalah orang-orang yang mencela Abu Bakr dan Umar.” (ash-Sharimul Maslul ‘Ala Syatimir Rasul hlm. 567, Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah)
Sebutan “Rafidhah” ini erat kaitannya dengan Zaid bin ‘Ali bin Husain bin ‘Ali bin Abu Thalib dan para pengikutnya ketika memberontak kepada Hisyam bin Abdul Malik bin Marwan di tahun 121 H. (Badzlul Majhud, 1/86)
Syaikh Abul Hasan al-Asy’ari berkata, “Tatkala Zaid bin ‘Ali muncul di Kufah, di tengah-tengah para pengikut yang membai’atnya, ia mendengar dari sebagian mereka celaan terhadap Abu Bakr dan ‘Umar. Ia pun mengingkarinya, hingga akhirnya mereka (para pengikutnya) meninggalkannya. Maka beliaupun mengatakan kepada mereka:
رَفَضْتُمُوْنِي؟
Kalian tinggalkan aku?
Maka dikatakanlah bahwa penamaan mereka dengan Rafidhah dikarenakan perkataan Zaid kepada mereka “Rafadhtumuunii.” (Maqalatul Islamiyyin, 1/137). Demikian pula yang dikatakan oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah dalam Majmu’ Fatawa (13/36).
Pencetus paham syiah ini adalah seorang yahudi dari negeri Yaman (Shan’a) yang bernama Abdullah bin saba’ al-himyari, yang menampakkan keislaman di masa kekhalifahan Utsman bin Affan.
Abdullah bin Saba’ mengenalkan ajarannya secara terang-terangan, ia kemudian menggalang massa, mengumumkan bahwa kepemimpinan (imamah) sesudah Nabi Muhammad seharusnya jatuh ke tangan Ali bin Abi Thalib karena petunjuk Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam (menurut persangkaan mereka).
Menurut Abdullah bin Saba’, Khalifah Abu Bakar, Umar dan Utsman telah mengambil alih kedudukan tersebut. Dalam Majmu’ Fatawa, 4/435, Abdullah bin Shaba menampakkan sikap ekstrem di dalam memuliakan Ali, dengan suatu slogan bahwa Ali yang berhak menjadi imam (khalifah) dan ia adalah seorang yang ma’shum (terjaga dari segala dosa).
Keyakinan itu berkembang terus-menerus dari waktu ke waktu, sampai kepada menuhankan Ali bin Abi Thalib. Ali yang mengetahui sikap berlebihan tersebut kemudian memerangi bahkan membakar mereka yang tidak mau bertaubat, sebagian dari mereka melarikan diri.
Abdullah bin Saba’, sang pendiri agama Syi’ah ini, adalah seorang agen Yahudi yang penuh makar lagi buruk. Ia disusupkan di tengah-tengah umat Islam oleh orang-orang Yahudi untuk merusak tatanan agama dan masyarakat muslim. Awal kemunculannya adalah akhir masa kepemimpinan Khalifah ‘Utsman bin ‘Affan. Kemudian berlanjut di masa kepemimpinan Khalifah ‘Ali bin Abi Thalib. Dengan kedok keislaman, semangat amar ma’ruf nahi mungkar, dan bertopengkan tanassuk (giat beribadah), ia kemas berbagai misi jahatnya. Tak hanya aqidah sesat (bahkan kufur) yang ia tebarkan di tengah-tengah umat, gerakan provokasi massa pun dilakukannya untuk menggulingkan Khalifah ‘Utsman bin ‘Affan. Akibatnya, sang Khalifah terbunuh dalam keadaan terzalimi. Akibatnya pula, silang pendapat diantara para sahabat pun terjadi. (Lihat Minhajus Sunnah karya Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah, 8/479, Syarh Al-‘Aqidah Ath-Thahawiyyah Ibnu Abil ‘Izz hlm. 490, dan Kitab At-Tauhid karya Asy-Syaikh Shalih bin Fauzan Al-Fauzan hlm. 123)
Rafidhah pasti Syi’ah, sedangkan Syi’ah belum tentu Rafidhah. Karena tidak semua Syi’ah membenci Abu Bakr dan ‘Umar sebagaimana keadaan Syi’ah Zaidiyyah, sekte syiah yang paling ringan kesalahannya.
Perbedaan antara Islam dengan Syiah
Banyak orang yang menyangka bahwa perbedaan antara Ahlussunnah Waljamaah dengan Syiah dianggap sekedar dalam masalah khilafiyah Furu’iyah, seperti perbedaan antara NU dengan Muhammadiyah, antara Madzhab Safi’i dengan Madzhab Maliki.
Karenanya dengan adanya ribut-ribut masalah Sunni dengan Syiah, mereka berpendapat agar perbedaan pendapat tersebut tidak perlu dibesar-besarkan. Selanjutnya mereka berharap, apabila antara NU dengan Muhammadiyah sekarang bisa diadakan pendekatan-pendekatan demi Ukhuwah Islamiyah, lalu mengapa antara Syiah dan Sunni tidak dilakukan ?.
Oleh karena itu, disaat Muslimin bangun melawan serangan Syiah, mereka menjadi penonton dan tidak ikut berkiprah.
Apa yang mereka harapkan tersebut, tidak lain dikarenakan minimnya pengetahuan mereka mengenai aqidah Syiah. Berikut adalah perbedaan antara Syiah dengan Islam (Ahlussunnah) :
1.Ahlussunnah         : Rukun Islam kita ada 5 (lima)
a)      Syahadatain
b)      As-Sholah
c)      As-Shoum
d)      Az-Zakah
e)      Al-Haj
Syiah                     : Rukun Islam Syiah juga ada 5 (lima) tapi berbeda:
a)      As-Sholah
b)      As-Shoum
c)      Az-Zakah
d)      Al-Haj
e)      Al wilayah

2.Ahlussunnah         : Rukun Iman ada 6 (enam) :
a)      Iman kepada Allah
b)      Iman kepada Malaikat-malaikat Nya
c)      Iman kepada Kitab-kitab Nya
d)      Iman kepada Rasul Nya
e)      Iman kepada Yaumil Akhir / hari kiamat
f)       Iman kepada Qadar, baik-buruknya dari Allah.
Syiah                     : Rukun Iman Syiah ada 5 (lima)*
a)      At-Tauhid
b)      An Nubuwwah
c)      Al Imamah
d)      Al Adlu
e)      Al Ma’ad

3.Ahlussunnah         : Dua kalimat syahadat
Syiah              : Tiga kalimat syahadat, disamping Asyhadu an Laailaha illallah, wa asyhadu anna Muhammadan Rasulullah, masih ditambah dengan menyebut dua belas imam-imam mereka.

4.Ahlussunnah            : Percaya kepada imam-imam tidak termasuk rukun iman. Adapun jumlah imam-imam Ahlussunnah tidak terbatas. Selalu timbul imam-imam, sampai hari kiamat.
Karenanya membatasi imam-imam hanya dua belas (12) atau jumlah tertentu, tidak dibenarkan.
Syiah                      :  Percaya kepada dua belas imam-imam mereka, termasuk rukun iman. Karenanya orang-orang yang tidak beriman kepada dua belas imam-imam mereka (seperti orang-orang Sunni), maka menurut ajaran Syiah dianggap kafir dan akan masuk neraka.

5.Ahlussunnah         : Khulafaurrosyidin yang diakui (sah) adalah :
a)      Abu Bakar
b)      Umar
c)      Utsman
d)      Ali Radhiallahu anhum
Syiah                      : Ketiga Khalifah (Abu Bakar, Umar, Utsman) tidak diakui oleh Syiah. Karena dianggap telah merampas kekhalifahan Ali bin Abi Thalib (padahal Imam Ali sendiri membai'at dan mengakui kekhalifahan mereka).
6.Ahlussunnah      : Khalifah (Imam) adalah manusia biasa, yang tidak mempunyai sifat Ma’shum.
Berarti mereka dapat berbuat salah/ dosa/ lupa. Karena sifat Ma’shum, hanya dimiliki oleh para Nabi.
Syiah                       : Para imam yang jumlahnya dua belas tersebut mempunyai sifat Ma'’hum, seperti para Nabi.

7. Ahlussunnah          : Dilarang mencaci-maki para sahabat.
Syiah                  : Mencaci-maki para sahabat tidak apa-apa bahkan Syiah berkeyakinan, bahwa para sahabat setelah Rasulullah SAW wafat, mereka menjadi murtad dan tinggal beberapa orang saja. Alasannya karena para sahabat membai'at  Sayyidina Abu Bakar sebagai Khalifah.

8.Ahlussunnah   :  Siti Aisyah istri Rasulullah sangat dihormati dan dicintai. Beliau adalah Ummul Mu’minin.
Syiah                     : Siti Aisyah dicaci-maki, difitnah, bahkan dikafirkan.

9.Ahlussunnah      : Kitab-kitab hadits yang dipakai sandaran dan rujukan Ahlussunnah adalah Kutubussittah :
a)      Bukhari
b)      Muslim
c)      Abu Daud
d)      Turmudzi
e)      Ibnu Majah
f)       An Nasa’i
(kitab-kitab tersebut beredar dimana-mana dan dibaca oleh kaum Muslimin sedunia).
Syiah                     : Kitab-kitab Syiah ada empat :
a)      Al Kaafi
b)      Al Istibshor
c)      Man Laa Yah Dhuruhu Al Faqih
d)      Att Tahdziib
(Kitab-kitab tersebut tidak beredar, sebab kebohongannya takut diketahui oleh pengikut-pengikut Syiah). 

10.Ahlussunnah       : Al-Qur'an tetap orisinil
Syiah                     : Al-Qur'an yang ada sekarang ini menurut pengakuan ulama Syiah tidak orisinil. Sudah dirubah oleh para sahabat (dikurangi dan ditambah).

11. Ahlussunnah         : Surga diperuntukkan bagi orang-orang yang taat kepada Allah dan Rasul Nya.
Neraka diperuntukkan bagi orang-orang yang tidak taat kepada Allah dan Rasul Nya.
Syiah                     : Surga diperuntukkan bagi orang-orang yang cinta kepada Imam Ali, walaupun orang tersebut tidak taat kepada Rasulullah.
Neraka diperuntukkan bagi orang-orang yang memusuhi Imam Ali, walaupun orang tersebut taat kepada Rasulullah.

12.Ahlussunnah         : Aqidah Raj’Ah tidak ada dalam ajaran Ahlussunnah. Raj’ah adalah besok diakhir zaman sebelum kiamat, manusia akan hidup kembali. Dimana saat itu Ahlul Bait akan balas dendam kepada musuh-musuhnya.
Syiah                     : Raj’ah adalah salah satu aqidah Syiah. Dimana diceritakan : bahwa nanti diakhir zaman, Imam Mahdi akan keluar dari persembunyiannya. Kemudian dia pergi ke Madinah untuk membangunkan Rasulullah, Imam Ali, Siti Fatimah serta Ahlul Bait yang lain.
Setelah mereka semuanya bai'at kepadanya, diapun selanjutnya membangunkan Abu Bakar, Umar, Aisyah. Kemudian ketiga orang tersebut disiksa dan disalib, sampai mati seterusnya diulang-ulang sampai  ribuan kali. Sebagai balasan atas perbuatan jahat mereka kepada Ahlul Bait.
Keterangan           : Orang Syiah mempunyai Imam Mahdi sendiri. Berlainan dengan Imam Mahdinya Ahlussunnah, yang akan membawa keadilan dan kedamaian.
13.Ahlussunnah         : Mut’ah (kawin kontrak), sama dengan perbuatan zina dan hukumnya haram.
Syiah                     : Mut’ah sangat dianjurkan dan hukumnya halal. Halalnya Mut’ah ini dipakai oleh golongan Syiah untuk mempengaruhi para pemuda agar masuk Syiah. Padahal haramnya Mut’ah juga berlaku di zaman Khalifah Ali bin Abi Thalib.

14.Ahlussunnah         : Khamer/ arak tidak suci.
Syiah                     : Khamer/ arak suci.

15.Ahlussunnah         : Air yang telah dipakai istinja’ (cebok) dianggap tidak suci.
Syiah                     : Air yang telah dipakai istinja’ (cebok) dianggap suci dan mensucikan.

16.Ahlussunnah         :  Diwaktu shalat meletakkan tangan kanan diatas tangan kiri hukumnya sunnah.
Syiah                     : Diwaktu shalat meletakkan tangan kanan diatas tangan kiri membatalkan shalat.
(jadi shalatnya bangsa Indonesia yang diajarkan Wali Songo oleh orang-orang Syiah dihukum tidak sah/ batal, sebab meletakkan tangan kanan diatas tangan kiri).

17.Ahlussunnah         : Mengucapkan Amin diakhir surat Al-Fatihah dalam shalat adalah sunnah.
Syiah                     : Mengucapkan Amin diakhir surat Al-Fatihah dalam shalat dianggap tidak sah/ batal shalatnya.
(Jadi shalatnya Muslimin di seluruh dunia dianggap tidak sah, karena mengucapkan Amin dalam shalatnya).

18.Ahlussunnah      : Shalat jama’ diperbolehkan bagi orang yang bepergian dan bagi orang yang mempunyai udzur syar’i.
Syiah                       : Shalat jama’ diperbolehkan walaupun tanpa alasan apapun.

19.Ahlussunnah       : Shalat Dhuha disunnahkan.
Syiah                       : Shalat Dhuha tidak dibenarkan.
(padahal semua Auliya’ dan salihin melakukan shalat Dhuha).

Inilah perbedaan-perbedaan yang ada antara Syiah dengan Islam yang tentu saja tidak bisa di kompromikan lagi, karena bagi umat islam setiap hukum yang di ajarkan oleh Rasulullah SAW dan juga Al-Qur'an ini sudah baku dan tidak bisa di ubah-ubah lagi Setelah ini mudah-mudahan para pembaca bisa memahami letak perbedaan antara Syiah dengan Islam dan betapa sangat melencengnya pemahaman syiah ini dari agama Islam.

Makar atau Rencana apa yang syiah persiapkan untuk menghancurkan islam INDONESIA?
Sebaimana yang telah dijelaskan di awal pada saat terjadinya konflik sampang, sebenarnya syiah sendiri telah masuk sampang sejak tahun 80an. Banyak yang mengatakan konflik ini pada dasarnya adalah konflik keluarga namun akhirnya meluas menjadi bentrok antar warga, namun menurut saya tidak demikian, ini adalah konflik aqidah antara umat islam dengan syiah, didalam hukum umat islam menikah mu'tah adalah hukumnya haram dan tidak boleh dilaksanakan karena sama saja dengan berzinah, lain halnya dengan syiah yang menghalalkan nikah mu'tah dan mengharap pahala darinya, menikah mu'tah ini dilarang karena merendahkan derajat wanita dan seakan menyamakan para wanita solehah dengan wanita yang bisa di beli di pinggiran jalan. Nikah mu'tah atau kontrak memungkinkan seseorang untuk nikah selama beberapa saat sesuai dengan kesepakatan, misalkan nikah selama beberapa tahun, beberapa bulan, atau bahkan sekedar beberapa hari saja. Na'udzubillahi min dzalik!

nah hal ini lah yang menjadi puncak pertikaian antara syiah dan sunni di sampang, ditambah lagi masyarakat syiah sampang melakukan serangan-serangan verbal kepada kaum sunni sampang, mereka menghina para sahabat nabi yaitu abu bakar, umar dan usman tidak ketinggalan juga istri Rasulullah SAW ummul mu'minin Aisyah Ra. Penghinaan ini jelas tidak bisa diterima dan sangat menyakiti hati kaum muslimin yang sangat menghormati para sahabat-sahabat Rasul SAW, jadi tidak benar apabila dikatakan bahwa umat islam sunni itu bertindak keras dan menindas kaum minoritas yang ada di sampang. karena pada dasarnya kaum muslimin sunni di sampang sudah sangat bersabar dengan keberadaan syiah ditengah-tengah mereka, penghinaan terhadap para sahabat sama saja menghina para pendukung Rasulullah yang telah mati-matian membela Rasulullah dalam dakwahnya, ditambah lagi dengan paham-paham syiah yang sangat mengkhawatirkan seperti nikah mu'tah membuat kaum muslimin sunni di sampang tidak tahan lagi dan akhirnya mengobarkan api perang terhadap syiah, maka terjadilah bentrokan dan pembakaran rumah warga syiah pada tanggal 27 Agustus 2012 yang mengakibatkan 350 Syiah harus mengungsi di sebuah GOR di kota Sampang, selama hampir satu tahun mereka mengungsi di tempat itu sampai akhirnya terciptanya suatu kesepakatan diantara keduanya untuk syiah agar lebih berhati-hati dalam berkata dan menghormati kaum muslimin sunni.

Lalu dimanakah letak rencananya?
Seperti tadi yang saya katakan bahwa ini adalah bentrokan pertama antara sunni dan syiah di indonesia yang membuat saya berfikir bahwa bentrokan ini memang sengaja di ciptakan oleh kaum syiah untuk melihat seberapa jauhkah mereka bisa bercokol di Indonesia yang dalam hal ini adalah kota sampang. Setiap hinaan dan provokasi yang dilakukan syiah ini sudah direncanakan terlebih dahulu untuk melihat reaksi kaum muslimin terhadap paham syiah dan pada akhirnya mereka pada saat itu mendapatkan perlawanan yang luar biasa dari kaum muslimin, dengan kata lain mereka tidak bisa masuk atau berkuasa dengan jalan konfrontasi, maka dibuatlah makar yang lebih lembut yaitu dengan cara menyamar dengan para kaum muslimin lainnya, hal ini terbukti ampuh. Didepan kaum muslimin sunni mereka berkata hal yang baik-baik saja tetapi ketika dibelakang mereka merekrut dan mengajarkan paham syiah dengan cara sembunyi-sembunyi. Perekrutan berjalan lancar dengan cara yang halus, masyarakat lebih mudah menerima mereka karena kurang pengetahuan tentang mereka, maka jelang beberapa tahun dikeluarkanlah sebuah merek air minum atau air mineral (Saya lupa namanya) yang didanai oleh orang-orang syiah yang berfungsi sudah sejauh mana pengaruh mereka di indonesia dan ternyata benar saja, masyarakat sudah tidak perduli lagi siapakah produsen air minum itu dan terima-terima saja. Ini berarti bahwa umat islam indonesia sudah merasa bahwa syiah bukan lagi ancaman bagi mereka dan akhirnya hingga saat ini jumlah mereka semakin banyak dan semakin berani menampakan dirinya di hadapan publik, mereka tidak lagi menyebarkan ajarannya secara sembunyi tetapi sudah berani di acara-acara besar seperti tabligh akbar maupun kajian-kajian di masjid-masjid seperti yang belum lama ini terjadi di masjid Istiqlal, syiah terlihat sangat banyak di masjid istiqlal dan juga beberapa waktu yang lalu mereka secara terang-terangan telah berani melaksanakan agenda besarnya di dalam gedung kementrian Agama. apakah mungkin kaum syiah sudah masuk kedalam pemerintahan Indonesia, padahal MUI sudah menfatwakan bahwa syiah itu sesat dan menyesatkan, mengapa tidak ada tindakan pencegahan atau pelarangan? sepertinya usaha mereka sudah berhasil dalam meletakan rasa aman dan percaya kepada ajaran-ajarannya, Wallahu'alam.

Mudah-mudahan beberapa hal ini bisa menambah sedikit pengetahuan kita mengenai siapa itu syiah dan seberapa bahayanyakah mereka, Insya Allah akan saya jelaskan mengenai paham syiah ini dan paham lainnya lebih lanjut pada tulisan saya yang berikutnya, Insya Allah akan lebih mengarah dan lebih nampak betapa sebenarnya kita umat islam sedang di kepung dan kita masih terdiam.

No comments:

Post a Comment